STRATEGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN BERBASIS REVOLUSI
INDUSTRI 4.0
Oleh:
Iskandar
(Pustakawan Ahli Madya Universitas Hasanuddin)
Tulisan singkat ini mencoba memberi
gambaran tentang strategi pengembangan perpustakaan berbasis revolusi industri
4.0.
Strategi pengembangan perpustakaan
berbasis revolusi industri 4.0 perlu dipahami, dimengerti, dan dilaksanakan
oleh setiap pustakawan termasuk pihak pengambil kebijakan (pimpinan atau kepala
perpustakaan) agar tuntutan terhadap kemajuan perpustakaan dapat direalisasikan.
Strategi itu dapat dirinci sebagai berikut:
a.
Melakukan
Pengembangan Koleksi Berbasis Teknologi Informasi. Kegiatan ini dapat dilakukan
dengan cara:
- Melakukan pengembangan
koleksi berbasis teknologi informasi dapat dilakukan dengan berprinsip pada penggunaan
teknologi dalam menetapkan dan koordinasi terhadap kebijakan seleksi, penilaian
terhadap kebutuhan pemustaka dan pengguna potensial, kajian penggunaan koleksi,
evaluasi koleksi, identifikasi kebutuhan koleksi, seleksi bahan pustaka,
perencanaan untuk bekerja sama, pemeliharaan koleksi, dan penyiangan
- Pengembangan koleksi yang berhubungan dengan
pembelian koleksi lebih diarahkan kepada koleksi digital seperti e-book,
e-journal atau koleksi multimedia. Alasannya karena pengembangan perpustakaan
berbasis revolusi industri 4.0 membutuhkan koleksi digital sebagai koleksi yang
berbasis teknologi
- Koleksi digital harus diseleksi, diperoleh,
diorganisasi, dibuat tersedia, dan dipelihara. Pelayanan digital harus
direncanakan, diimplementasikan, dan didukung, termasuk penyediaan komputer
sebagai alat bacanya.
b.
Melakukan
Pembenahan Tata Ruang Perpustakaan. Alasan strategi pembenahan tata ruang
perpustakaan adalah:
- Tata ruang yang ditata dengan baik akan memberikan
kemudahan kepada pemustaka dan staf perpustakaan, memudahkan pengawasan, perlu pembenahan agar menarik dan
menyenangkan bagi pemustaka sesuai
dengan prinsip-prinsip perpustakaan dan kebutuhan pemustaka
- Perlu penempatan pustakawan dan OPAC (Online
Public Access Catalog) untuk memberi bantuan penggunaan, penelusuran, dan
juga berfungsi sebagai pustakawan yang bertugas mengawasi dan memberi
sosialisasi terhadap pemanfaatan koleksi perpustakaan berbasis teknologi
informasi agar dapat dimanfaatkan oleh pemustaka dengan sebaik-baiknya
- Penggunaan fasilitas teknologi informasi untuk
memudahkan pemustaka dalam menelusur sendiri, memesan artikel digital, dan
memprint hasil penelusuran yang telah diperoleh. Untuk itu, pengidentifikasian
dan penyebarluasan sumber daya informasi dapat dilakukan oleh pustakawan yang
ditugaskan khusus untuk itu
c.
Memperbaiki
Pelayanan Teknis dan Pelayanan Pemustaka. Alasan perlunya memperbaiki pelayanan
teknis dan pelayanan pemustaka adalah:
- Pelayanan teknis berfungsi sebagai dapur
perpustakaan sedangkan pelayanan pemustaka (pengguna) juga merupakan hal yang
terpenting dalam perpustakaan
- Kegiatan pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka
dapat berhasil dengan baik jika didukung oleh penggunaan teknologi informasi
dan dilakukan secara berkesinambungan
- Pendistribusian wewenang yang lebih penuh pada
pelayanan teknis dan penyediaan peralatan termasuk teknologi informasi juga
harus memadai
- Pada pelayanan pemustaka, perlu dikembangkan
pelayanan yang berbasis teknologi informasi. Penggunaan komputer pada bagian
layanan teknis dan layanan pemustaka perlu dipertimbangkan jika menguntungkan
pihak perpustakaan karena keberhasilan pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka
karena dukungan teknologi informasi
d.
Menerapkan
Sistem Otomasi Perpustakaan. Alasan perlunya penerapan sistem otomasi
perpustakaan adalah:
- Digital perpustakaan merupakan komputerisasi
kegiatan rutin dan operasi sistem kerumahtanggaan perpustakaan (housekeeping)
yang mencakup pengadaan, pengatalogan, katalog online (OPAC), pengawasan
sirkulasi & serial serta kegiatan-kegiatan kepustakawanan, misalnya sistem
pengadaan terotomasi, pembuatan daftar buku dan serial yang akan dibeli atau
dilanggan, pengecekan penerimaan, permintaan terhadap artikel-artikel jurnal
yang tidak dimiliki perpustakaan dan meningkatnya pelayanan antar perpustakaan
(interlibrary loan)
- Dengan otomasi perpustakaan maka semua kegiatan
perpustakaan mencakup pengadaan, pengkatalogan, pengawasan sirkulasi, dan
pengawasan serial dapat dipantau dan dapat diketahui dengan cepat, sehingga
memudahkan dalam pengambilan keputusan.
e. Memperkuat Jaringan Informasi. Alasan perlunya memperkuat jaringan
informasi adalah:
- Dengan memperkuat jaringan informasi merupakan modal
utama bagi pustakawan
- Pustakawan harus menerima tanggung jawab dan
berintegrasi dengan lingkungan jaringan informasi
- Pustakawan harus mengambil inisiatif untuk
mengorganisasi dan mengakses lebih baik apa yang terdapat atau yang dapat
diperoleh dari internet
- Perubahan yang terjadi di lingkungan perpustakaan
adalah dengan mengelola inovasi teknologi yang membanjiri perpustakaan dan
dunia jaringan informasi
- Jaringan informasi merupakan infrastruktur yang
harus disediakan dan perlu dikembangkan di dalam perpustakaan demi
terlaksananya teknologi informasi yang mendukung terealisasinya revolusi
industri 4.0 di perpustakaan
f. Pembelian Sumber Daya Fisik Perpustakaan. Alasan
perlunya pembelian sumber daya fisik perpustakaan adalah:
- Dengan strategi pengembangan perpustakaan berbasis
teknologi informasi di perpustakaan dengan fokus pada pendanaan khususnya pada
pembelian sumber daya fisik perpustakaan yang meliputi, pembelian komputer PC,
pembiayaan fotokopi, perbaikan sarana dan prasarana perpustakaan, pembelian
buku-buku dan bahan-bahan pengajaran lainnya, termasuk koleksi e-book dan
e-journal
- Pembelian sumber daya fisik perpustakaan juga
diperlukan pada suatu sistem operasi antara lain, bahan-bahan habis pakai
seperti kertas, tinta printer, daya listrik, furnitur, serta mesin-mesin dan
peralatan lainnya yang mendukung keberhasilan layanan perpustakaan berbasis
revolusi industri 4.0.
- Strategi pengembangan perpustakaan berbasis
teknologi informasi di Perpustakaan, dengan fokus pada pendanaan khususnya pada
pembelian sumber daya fisik harus ditetapkan dengan jelas
- Sumber dana Perpustakaan bersumber dari lembaga
induknya atau bersumber dari selain lembaga induk
- Pimpinan perpustakaan kemudian menetapkan anggaran
belanja Perpustakaan yang akan digunakan untuk pembelian sumber daya fisik
perpustakaan yang meliputi, pembelian komputer PC.
- Perlu diketahui dan diperhatikan bahwa teknologi
perangkat keras (komputer PC) makin cepat usang, biasanya paling lama lima
tahun. Oleh karena itu, pemeliharaan perangkat keras harus dilakukan secara
berkelanjutan agar perangkat keras tersebut dapat dimanfaatkan pemustaka untuk
mengakses sumber-sumber informasi sesuai dengan kebutuhannya dengan cepat,
tepat, dan sesuai dengan keinginan. Sebagai contoh, Perpustakaan yang
menyediakan delapan unit komputer PC, harus mengalokasikan anggaran pembelian
PC sebanyak minimal tiga komputer PC setiap tahun
g. Biaya Pemeliharaan dan Pengoperasian Sistem.
Alasan perlunya biaya pemeliharaan dan pengoperasian sistem adalah:
- Dengan strategi pengembangan perpustakaan berbasis
teknologi informasi di perpustakaan, dengan fokus pada pendanaan khususnya pada
biaya pemeliharaan dan pengoperasian sistem pada perpustakaan sangat diperlukan
- Idealnya, suatu sistem dioperasikan sesuai anggaran
biaya yang tersedia. Jika biaya yang tersedia terbatas maka jenis, kualitas,
dan jumlah luarannya juga terbatas.
- Biaya pemeliharaan dan pengoperasian sistem perlu
disiapkan mengingat bahwa teknologi perangkat keras komputer cepat usang
sehingga biaya pemeliharaan perangkat keras komputer tersebut perlu dan harus
dilakukan secara berkesinambungan.
- Dengan pembiayaan untuk pemeliharaan dan
pengoperasian sistem maka data bibliografis, indeks, abstrak, dan katalog,
terawat dan terjaga termasuk semua file yang berhubungan dengan sistem
teknologi informasi perpustakaan yang meliputi file peminjam, file
transaksi, file bahan pustaka, dan file anggaran.
- Dengan anggaran pemeliharaan dan pengoperasian
sistem diharapkan kepuasan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan dapat
terealisasi.
h. SDM (Sumber Daya Manusia) untuk Pengoperasian
Sistem. Alasan perlunya SDM untuk pengoperasian sistem adalah:
- Dengan
strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi di
perpustakaan, dengan fokus pada SDM (Sumber Daya Manusia) untuk pengoperasian
sistem perlu direalisasikan
- Diharapkan
dengan membaca, pustakawan dapat memahami cara mengoperasikan sistem komputer,
cara kerja printer, bluetooth dan semua yang berhubungan dengan teknologi informasi.
- Pengoperasian sistem memerlukan SDM pustakawan
yang handal. Pengetahuan itu diperoleh bisa dengan latihan, belajar, atau
dengan kursus.
- Pustakawan
perlu menguasai tata cara pengoperasian sistem komputerisasi perpustakaan atau
teknologi informasi agar dapat memberikan layanan yang berkualitas/prima
i. Mengelola dan Merencanakan Sistem Teknologi
Informasi. Alasan perlunya mengelola dan merencanakan sistem teknologi
informasi adalah:
- Pengelolaan
dan perencanaan sistem teknologi informasi SDM yang khusus mengelola dan
merencanakan sistem teknologi informasi perlu diperlakukan istimewa. Alasannya,
karena kegagalan penggunaan suatu sistem terotomasi pada umumnya karena
ketidakmampuan perpustakaan untuk memilih SDM yang dibutuhkan untuk menjamin
kelangsungan hidup sistem berbasis teknologi informasi yang ada di
perpustakaan.
- Pustakawan
yang menguasai cara mengelola dan merencanakan sistem teknologi informasi untuk
diterapkan di perpustakaan adalah pustakawan yang memiliki SDM yang dapat
diandalkan.
- Pustakawan
yang mampu menangani koleksi berbasis teknologi informasi (digital) adalah
pustakawan yang memiliki SDM yang mampu mengelola dan merencanakan sistem
teknologi informasi.
- Tugas utama
pustakawan adalah mengelola dan merencanakan sistem teknologi informasi agar
berjalan sesuai harapan pemustaka. Jadi, seluruh sistem atau komponen hasil
teknologi informasi yang diterapkan di perpustakaan harus dapat dikelola dengan
baik oleh pustakawan
- Kemampuan
dalam mengelola dan merencanakan sistem teknologi informasi merupakan kelebihan
pustakawan yang dapat membuat layanan perpustakaan menjadi terlaksana sesuai
harapan pemustaka.
j. Memelihara Mesin dan Peralatan. Alasan perlunya memeliara mesin dan
peralatan adalah:
- Perlu dengan
fokus pada pengelolaan dan perencanaan sistem teknologi informasi SDM yang
khusus memelihara mesin dan peralatan
- Memelihara
mesin dan peralatan perlu dilakukan agar semua sarana dan prasarana dapat lebih
awet dan tahan lama.
- Pustakawan
perlu memelihara semua mesin dan peralatan termasuk koleksi dalam bentuk kertas.
Mulai dari bentuk kertas sampai bentuk elektronik atau digital harus dipelihara
dan dijaga dengan baik.
- Perpustakaan
juga perlu memelihara sendiri situs web, layanan digital, memelihara sistem
komputer, koleksi non buku, dan mesin serta peralatan lainnya termasuk printer,
mesin fotokopi, kamera digital agar pemustaka dapat memanfaatkan perpustakaan
dengan lebih baik sehingga terealisasi tujuan perpustakaan yaitu untuk
pemenuhan informasi dan kepuasan pemustaka.
- Memelihara
mesin dan peralatan diperlukan pustakawan untuk menjaga kelangsungan hidup
perpustakaan.
k. Permantap SDP (Sumber Daya Pustakawan). Pengembangan Sumber daya Pustakawan perlu dilakuan dengan cara:
- Kualifikasi
pendidikan formal dan pelatihan kepustakawanan. Contoh: pelatihan teknis
kepustakawan yaitu pelatihan yang berhubungan dengan ilmu perpustakaan
spesifikasi dalam teknologi informasi, misalnya pelatihan pengelolaan koleksi
berbasis web, pelatihan komputerisasi, pelatihan e-journal dan e-book, pelatihan
digital koleksi
- Perencanaan
Pengembangan SDP dengan tujuan untuk memenuhi kualitas SDM dengan memperhatikan
perkembangan TIK (teknologi, informasi, dan komunikasi) sesuai kebutuhan perpustakaan berbasis revolusi industri 4.0.
Pustakawan perlu mencari strategi yang mampu membawa
perpustakaan menjadi ideal bagi pemustaka atau sesuai dengan tuntutan
perkembangan revolusi industri 4.0. Contoh realisasi perpustakaan berbasis
revolusi industri 4.0 adalah perpustakaan berbasis android; perpustakaan
berbasis digital dalam hal pengembangan koleksi, pengolahan, dan sistem promosi
perpustakaan; perpustakaan berbasis game; go-lib (sistem peminjaman dan
pengembalian koleksi), go-referensi (pemberian jasa layanan berbasis
teknologi); dan inovasi perpustakaan lainnya berbasis teknologi/mobile. Kreativitas
pustakawan, inovasi, karya, dan kerja sama pustakawan dengan ahli teknologi
akan membuat perpustakaan mampu merealisasikan perpustakaan minimal mendekati sempurna
atau sesuai harapan pemustaka.